Hitung kebutuhan penyimpanan CCTV dan perkirakan kapasitas hard drive untuk sistem kamera keamanan. Perkirakan dengan mudah jumlah hari perekaman, penggunaan bitrate, bandwidth kamera, dan kebutuhan penyimpanan DVR/NVR untuk kamera IP serta pengaturan pengawasan CCTV.
Overview
Kalkulator Penyimpanan CCTV memperkirakan kebutuhan penyimpanan perekaman pengawasan berdasarkan jumlah kamera, bitrate video, durasi perekaman, periode retensi, dan kapasitas hard drive yang tersedia. Alat ini membantu teknisi pemasang CCTV, administrator NVR, dan perencana pengawasan menentukan berapa banyak penyimpanan yang dibutuhkan untuk sistem kamera IP dan berapa lama rekaman dapat disimpan sebelum penyimpanan penuh.
Common Use Cases
Penentuan ukuran penyimpanan NVR
Perkiraan hard drive CCTV
Perencanaan retensi pengawasan
Perkiraan perekaman kamera IP
Perhitungan kapasitas DVR
Perencanaan penyimpanan kamera keamanan
Kepatuhan retensi data
Penerapan CCTV gudang
Perencanaan pengawasan kantor
Perkiraan perekaman multi-kamera
How to Use
1
Masukkan jumlah total kamera CCTV atau IP.
2
Masukkan perkiraan bitrate rata-rata per kamera dalam Mbps.
3
Tetapkan durasi perekaman harian dalam jam.
4
Masukkan periode retensi yang diinginkan dalam hari.
5
Masukkan kapasitas penyimpanan yang tersedia dalam terabyte.
6
Tinjau perkiraan penggunaan penyimpanan harian, total penyimpanan yang dibutuhkan, dan perkiraan durasi retensi perekaman.
Example Scenario
Perencanaan Penyimpanan Pengawasan Bisnis Kecil
Sebuah bisnis kecil merekam empat kamera IP 1080p terus-menerus pada 4 Mbps selama 30 hari menggunakan hard drive pengawasan 1 TB. Kalkulator memperkirakan total kebutuhan penyimpanan dan berapa hari perekaman yang dapat disimpan oleh penyimpanan yang tersedia.
Technical Notes
Total bandwidth perekaman dihitung dengan mengalikan jumlah kamera dengan bitrate rata-rata per kamera.
Penggunaan penyimpanan harian meningkat secara proporsional dengan bitrate yang lebih tinggi, lebih banyak kamera, atau durasi perekaman yang lebih lama.
Kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan diperkirakan menggunakan pertumbuhan penyimpanan harian dikalikan periode retensi yang diinginkan.
Perkiraan hari perekaman dihitung dengan membandingkan kapasitas hard drive yang tersedia terhadap konsumsi penyimpanan harian.
Perhitungan mengasumsikan perekaman terus-menerus dan penggunaan penyimpanan sebenarnya mungkin lebih rendah saat deteksi gerakan atau perekaman peristiwa diaktifkan.
Pemilihan codec video seperti H.264 atau H.265 sangat memengaruhi konsumsi penyimpanan sebenarnya.
Common Mistakes
Menganggap remeh penggunaan bitrate kamera
Mengabaikan pertumbuhan penyimpanan dari kamera tambahan
Menggunakan hard drive konsumen alih-alih hard drive pengawasan
Menganggap perekaman berbasis gerakan berperilaku seperti perekaman terus-menerus
Mengabaikan persyaratan kepatuhan retensi
Melupakan overhead RAID atau penyimpanan redundansi
Menggunakan asumsi bitrate yang tidak realistis
Frequently Asked Questions
Bitrate kamera, durasi perekaman, jumlah kamera, efisiensi codec, frame rate, dan kompleksitas gerakan sangat memengaruhi konsumsi penyimpanan.
H.265 mengompresi video lebih efisien daripada H.264, mengurangi penggunaan bandwidth dan penyimpanan sambil mempertahankan kualitas gambar yang serupa.
Ya. Perekaman yang dipicu oleh gerakan biasanya mengurangi konsumsi penyimpanan dibandingkan dengan perekaman terus-menerus 24/7.
Perhitungan ini adalah perkiraan dan penggunaan penyimpanan sebenarnya bergantung pada pengaturan codec, FPS, aktivitas gerakan, kompleksitas adegan, dan konfigurasi kamera.
Ya. Kapasitas penyimpanan tambahan disarankan untuk menangani fluktuasi bitrate, perluasan kamera di masa depan, overhead RAID, dan pertumbuhan perekaman yang tidak terduga.
Related Topics
Perencanaan penyimpanan CCTVPenentuan ukuran hard drive NVRPerkiraan bitrate kamera IPH.264 vs H.265Kebijakan retensi pengawasanBandwidth perekaman videoPenyimpanan kamera keamananPenyimpanan RAID untuk CCTVPerkiraan perekaman terus-menerusPerekaman deteksi gerakan