Hitung bunga dan biaya pada faktur yang terlambat dibayar, total jumlah yang harus dibayar, serta berapa sebenarnya biaya keterlambatan pembayaran bagi bisnis Anda.
Overview
Kalkulator Keterlambatan Pembayaran Faktur menghitung bunga dan biaya pada faktur yang telah lewat jatuh tempo, total jumlah yang harus dibayar, serta biaya tahunan efektif dari keterlambatan tersebut. Kalkulator ini membantu freelancer, konsultan, dan bisnis kecil menetapkan ketentuan pembayaran, membebankan biaya keterlambatan yang konsisten, dan mengukur berapa sebenarnya biaya dari klien yang terlambat membayar.
Common Use Cases
Perhitungan biaya keterlambatan
Perencanaan ketentuan pembayaran
Tinjauan piutang usaha
Tindak lanjut pembayaran klien
Perhitungan bunga pada faktur yang lewat jatuh tempo
Analisis ketentuan Net-30 dan Net-60
Penagihan freelance
Peningkatan proses penagihan
Perencanaan arus kas
Manajemen faktur B2B
Negosiasi ketentuan kontrak
Analisis piutang menua
How to Use
1
Masukkan jumlah faktur asli.
2
Input berapa hari pembayaran terlambat.
3
Tetapkan suku bunga tahunan yang akan diterapkan.
4
Opsional: tambahkan biaya keterlambatan tetap.
5
Tinjau bunga yang dibebankan, total biaya keterlambatan, dan total jumlah yang harus dibayar.
6
Periksa suku bunga tahunan efektif untuk konteks ketentuan pembayaran Anda.
Example Scenario
Faktur Klien yang Lewat Jatuh Tempo
Seorang freelancer memiliki faktur klien yang telah terlambat 30 hari. Kalkulator menentukan bunga dan biaya yang harus ditambahkan serta menunjukkan nilai keterlambatan tersebut dalam bentuk tahunan.
Technical Notes
Bunga dihitung sebagai jumlah faktur dikali suku bunga tahunan dikali proporsi tahun berjalannya keterlambatan pembayaran.
Biaya tetap dapat ditambahkan untuk menutupi biaya administratif dalam menagih pembayaran yang terlambat.
Total biaya keterlambatan menggabungkan akumulasi bunga dan biaya tetap apa pun.
Total yang harus dibayar adalah faktur asli ditambah total biaya keterlambatan.
Suku bunga tahunan efektif menjadikan total biaya dalam skala tahunan, menunjukkan biaya sebenarnya dari keterlambatan tersebut.
Common Mistakes
Tidak mencantumkan biaya keterlambatan dalam ketentuan di awal
Menggunakan suku bunga bulanan seolah-olah suku bunga tahunan
Lupa menyertakan biaya administratif tetap
Membebankan bunga di atas biaya yang ditambahkan
Mengabaikan hari tenggang dalam kontrak
Tidak pernah menindaklanjuti faktur yang lewat jatuh tempo
Frequently Asked Questions
Gunakan suku bunga yang tercantum dalam ketentuan pembayaran Anda, umumnya 1-2% per bulan (12-24% per tahun), atau suku bunga yang ditetapkan oleh peraturan di yurisdiksi Anda.
Setelah tanggal jatuh tempo faktur ditambah periode tenggang apa pun yang ditentukan dalam ketentuan Anda, biasanya Net-30 atau Net-60 dari tanggal faktur.
Ya. Ini menunjukkan biaya keterlambatan dalam skala tahunan dan membantu Anda memutuskan apakah kebijakan biaya keterlambatan Anda cukup kuat untuk menekan pembayar yang lambat.
Ya, banyak bisnis mengenakan bunga ditambah biaya administratif tetap, selama ketentuannya diungkapkan di awal.
Related Topics
Piutang usahaManajemen fakturKetentuan pembayaranPerencanaan arus kasPerhitungan bungaStrategi penagihanPenagihan freelanceKetentuan Net-30Arus kas bisnisPenagihan klienKetentuan kontrakCadangan arus kas