Generator Antrean MikroTik

Buat skrip simple queue MikroTik RouterOS 6 dan 7 secara instan dengan perhitungan bandwidth otomatis. Buat batas antrean, pengaturan burst, prioritas, dan skrip queue MikroTik siap tempel untuk manajemen bandwidth dengan mudah.
Loading...
Mbps
Mbps
%
x
sec
Calculated Values
Max Limit Download20,000,000 bps
Max Limit Upload10,000,000 bps
Limit-At Download16,000,000 bps
Limit-At Upload8,000,000 bps
Burst Download30,000,000 bps
Burst Upload15,000,000 bps
Queue Typefq-codel
Generated Script

Overview

Hasilkan skrip simple queue MikroTik lengkap untuk RouterOS 6 dan RouterOS 7 hanya dari beberapa input. Alat ini mengubah nilai Mbps menjadi satuan bps yang dipakai RouterOS, menghitung max-limit, limit-at, dan nilai burst bila diaktifkan, lalu menghasilkan perintah /queue simple add yang siap ditempel. Dirancang untuk teknisi jaringan dan admin ISP yang mengelola bandwidth per klien di router MikroTik.

Common Use Cases

How to Use

1
Pilih versi RouterOS, 6 atau 7; pilihan ini menentukan tipe queue di dalam skrip, yaitu default-small untuk RouterOS 6 dan fq-codel untuk RouterOS 7.
2
Isi nama queue dan IP target atau CIDR untuk klien atau subnet yang dituju.
3
Masukkan kecepatan download dan upload dalam Mbps; nilai ini otomatis dikonversi menjadi bps dengan dikali 1.000.000 untuk max-limit.
4
Tentukan persentase limit-at untuk menetapkan kecepatan minimum yang dijamin, dihitung dari max-limit.
5
Pilih prioritas queue dari 1 (tertinggi) sampai 8 (terendah).
6
Bila perlu aktifkan burst lalu atur pengali dan waktu burst dalam detik agar skrip memuat burst-limit, burst-threshold, dan burst-time, kemudian salin skrip yang dihasilkan.

Example Scenario

Klien rumahan dengan queue burst 20/10 Mbps

Untuk CLIENT-01 di 192.168.1.10 dengan RouterOS 7, masukkan 20 Mbps download dan 10 Mbps upload. Dengan limit-at 80 persen dan burst diaktifkan pada pengali 1,5x selama 16 detik, nilai terhitung menjadi max-limit download 20000000 bps dan upload 10000000 bps, limit-at download 16000000 bps dan upload 8000000 bps, serta burst-limit download 30000000 bps dan upload 15000000 bps, lalu skrip fq-codel pun siap ditempel ke terminal.

Technical Notes

Input bandwidth dalam Mbps dikonversi ke bit per detik dengan mengalikan 1.000.000. Contohnya 20 Mbps menjadi 20000000 bps, persis satuan yang diterima batas simple queue RouterOS.

limit-at adalah kecepatan minimum yang dijamin dan dihitung dari max-limit dikali persentase limit-at. Pada 80 persen, max-limit 20 Mbps menghasilkan limit-at 16000000 bps.

Saat burst diaktifkan, skrip menambahkan burst-limit (max-limit dikali pengali), burst-threshold (diisi sama dengan limit-at), dan burst-time dalam detik, sehingga klien boleh melampaui max-limit untuk waktu singkat sebelum diturunkan lagi.

Tipe queue dipilih otomatis berdasarkan versi RouterOS: default-small untuk RouterOS 6 dan fq-codel untuk RouterOS 7.

Perintah yang dihasilkan selalu menuliskan nilai upload lebih dulu lalu download pada tiap pasangan, misalnya max-limit=10000000/20000000, sesuai konvensi upload/download MikroTik.

Common Mistakes

Frequently Asked Questions

max-limit adalah kecepatan maksimum yang bisa dicapai queue saat koneksi sedang longgar, sedangkan limit-at adalah kecepatan minimum yang selalu dijamin untuk klien meskipun koneksi sedang padat.

burst-threshold diisi sama dengan limit-at. Selama rata-rata trafik tetap di bawah ambang ini, klien boleh melonjak melebihi max-limit hingga burst-limit selama masa burst-time.

RouterOS 7 menjadikan fq-codel sebagai tipe simple queue bawaan, jadi alat ini memilihnya untuk versi 7 dan default-small untuk versi 6.

Bisa, perintah yang dihasilkan memakai sintaks RouterOS standar sehingga dapat ditempel di terminal Winbox atau dijalankan lewat SSH.

Related Topics