Throughput TCP

Perkirakan throughput TCP yang realistis menggunakan model kemacetan Mathis dan hasil kali bandwidth-delay. Analisis bagaimana waktu perjalanan pulang-pergi (RTT), kehilangan paket, dan ukuran jendela membatasi kecepatan transfer jaringan.

Overview

Kalkulator Throughput TCP memperkirakan throughput realistis dari koneksi TCP menggunakan model kemacetan Mathis dan hasil kali bandwidth-delay. Alat ini membantu teknisi jaringan, sysadmin, dan staf ISP memahami bagaimana waktu perjalanan pulang-pergi, kehilangan paket, ukuran segmen, dan ukuran jendela membatasi kecepatan transfer efektif.

Common Use Cases

How to Use

1
Masukkan kecepatan tautan nominal dalam Mbps.
2
Masukkan waktu perjalanan pulang-pergi dalam milidetik.
3
Tetapkan ukuran segmen TCP, biasanya 1460 byte untuk Ethernet.
4
Masukkan tingkat kehilangan paket sebagai persentase.
5
Masukkan ukuran jendela TCP dalam kilobyte, biasanya 64 KB untuk stack lama.
6
Tinjau throughput yang dibatasi kehilangan, dibatasi jendela, dan efektif bersama dengan ukuran jendela yang disarankan.

Example Scenario

Koneksi VPN Jarak Jauh

Tautan dengan waktu perjalanan pulang-pergi 100 ms dan kehilangan paket 0,1% dibatasi oleh model Mathis menjadi sekitar 51 Mbps meskipun tautan dasarnya 1 Gbps. Meningkatkan ukuran jendela TCP atau mengurangi kehilangan paket diperlukan untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi.

Technical Notes

Model Mathis memperkirakan throughput yang dibatasi kemacetan sebagai 1,22 kali MSS dibagi RTT dikalikan akar kuadrat tingkat kehilangan. Model ini menggambarkan perilaku penghindaran kemacetan TCP dan berlaku untuk tautan yang kehilangan paket sebelum jenuh.

Throughput juga dibatasi oleh jendela TCP: jendela dalam byte dibagi RTT. Jendela kecil pada tautan berlatensi tinggi membatasi throughput berapa pun kecepatan tautannya.

Throughput efektif adalah nilai minimum dari nilai yang dibatasi kehilangan, nilai yang dibatasi jendela, dan kecepatan tautan nominal.

Hasil kali bandwidth-delay adalah jumlah data yang berada dalam perjalanan pada kecepatan penuh. Nilainya sama dengan kecepatan tautan dikalikan RTT, dan ini menentukan ukuran jendela TCP yang dibutuhkan untuk memenuhi kapasitas tautan.

Algoritma kontrol kemacetan modern seperti BBR dan CUBIC dapat berperilaku berbeda dari model Mathis klasik, terutama pada tautan dengan kehilangan rendah dan bandwidth tinggi.

Kehilangan paket pada tautan kabel biasanya sangat kecil, tetapi tautan nirkabel dan tautan yang padat umumnya mengalami kehilangan 0,1% hingga 1% yang secara tajam memangkas throughput.

Common Mistakes

Frequently Asked Questions

Throughput TCP dibatasi oleh nilai terendah di antara kecepatan tautan, model kemacetan, dan ukuran jendela. Latensi, kehilangan paket, dan jendela kecil semuanya membatasi throughput sebenarnya.

Ini adalah formula yang banyak digunakan untuk memperkirakan throughput TCP maksimum berdasarkan waktu perjalanan pulang-pergi dan kehilangan paket: 1,22 x MSS dibagi RTT dikalikan akar kuadrat kehilangan.

Ini adalah jumlah data tanpa konfirmasi (unacknowledged) yang dapat dibawa oleh sebuah koneksi, sama dengan kecepatan tautan dikalikan waktu perjalanan pulang-pergi. Jendela TCP setidaknya harus sebesar ini untuk memenuhi kapasitas tautan.

Pada tautan berlatensi tinggi, ya. Sistem operasi modern menggunakan penyetelan otomatis, tetapi jendela yang diatur manual lebih kecil dari hasil kali bandwidth-delay akan memperlambat throughput.

Tes kecepatan biasanya menjalankan koneksi paralel, yang menyembunyikan batasan per koneksi. Satu aliran TCP tunggal bisa jauh lebih lambat dari angka utama hasil tes kecepatan.

Related Topics

Kontrol kemacetan TCPModel MathisHasil kali bandwidth-delayPenskalaan jendela TCPWaktu perjalanan pulang-pergiKehilangan paketMSSOptimasi WANLatensi satelitPenyetelan TCP